Welcome

Jumat, 18 Mei 2012

Ku pahat kata lewat Lisan


sinar bulan yang temaram dilembah sunyi, sorak - sorak yang meliuk telah usai di menit lalu, sepak bola itu telah memberi warna sendiri dalam menyimpulkan bahasa ke kompakkan dan kata - kata ku satu saja terimakasih telah berjuang dengan sungguh tim garuda ku kalah 3 - 2 atas Qatar tak mengapa. ku biarkan semua berlalu lalang di hadapangku, aku sosok bukan makhluk kenapaku, ku sebut diri ku sosok karena aku tak terlihat oleh orang orang itu suara ku ada tapi jasadku tak terliat lantas apa dan siapa aku, aku akan jawab aku adalah operator radio yang belajar secara ododidak tak ada guru, aku belajar dengan alam, aku tak bilang aku terjerumus tapi ini jalan hidup dan awal aku tahu, ku pahat kata lewat lisan.
jarum jam berdetak tak tentu arah 2 hari ini aku terkontaminasi dengan 2 hal dalam hidupku tapi biarlah lagi - lagi aku bilang biarin saja toh waktu trus berjalan. Apa yang bisa ku perbuat sekarang dan siapa yang akan melihatku aku terlalu dini untuk merasakannya lagi - lagi tapi - tapi apa dayaku inilah jalan, jalan dimana aku harus terus belajar dan belajar terus belajar tanpa ada rapor hasil uji ini.
ku pahat kata lewat lisan dalam frekwensi tanpa ada yang tahu apakah suara ku terdengar oleh mereka dan mereka memahami ku dalam kata - kataku, sang hari beranjak pada tanjakan tajam hidup itu hidup bukan hidup yang tak hidup aku tak tahu apa ini jalan hidupku, entah berapa kali ku susun kata - kata ku, entah berapa kali ku persembahkan tapi kenapa, kenapa semua ini ada dan ada.  Tuhan idealiskah Engkau dengan takdir dan nasib itu, idealiskah Engkau dengan kebijak’kan - kebijak’kan-Mu atau aku yang tak terjamah oleh-Mu, susunan kata - kata ini aku simpan dalam file ini di lembar telapak tanganku aku dan bintang, aku dan bulan dan aku dengan mimpi hanya mimpi bukan nyata bukan sesuatu yang baik dan aku tak pernah baik.
ku pahat kata lewat lisan
radio apa gambaran tentang benda itu? hmmm entalah aku tak tahu tapi saat ini aku berkecimpung di dalamnya bercanda, berguara dan tak mengerti apa - apa, berusaha untuk mengerti dan memahami apa yang ada di dalamnya, tak ada emas permata di sini yang aku dapat hanya gambaran buram potret kecil kaum kusam menjelajah tanpa samudra, tanpa kapal apa yang bisa buat diri ini bahagia di tengah stres diri, cakrawala menatapku dengan sinis sayu sapa jendela bersua pada lelaku hidup yang bernama bidadari yang berwujud damai tanpa pamrih ku pahat sendiri kata - kataku lewat lisan di bawah kanal yang mengatur frekwensi bernada walau tanpa nada yang yang bisa ku mainkan, aku hanya pemain yang memainkan apa yang harus ku mainkan di dalamnya.
dan entah sampaikan pahatan ini akan terbentuk aku tak tahu  yang bisa kumengerti hanya 1 aku tak bisa mengerti apa - apa biar sang waktu berikan jawabanya. Dan aku telah lelah….!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar